Ketika aq memutuskan untuk memilih pergi
Meninggalkan orang2 tercinta dan terkasih
Sarat pertanyaan yg tak mampu kujawab
Hanya dengan melihat mata seseorang
Ibuku ...
Siapa yg meng-kerok-i kala masuk angin?
Siapa yg mengambil rambut putih yg senantiasa
selalu tumbuh?
Siapa yg memijat kaki?
Siapa yg akan mengkritiki hasil masakan?
Siapa yg memasukkan benang ke jarum?
Siapa yg mengantar ke pasar?
Siapa yg menampung gelisah dan gundah?
Tanpa kata, tapi tersirat
Tanpa rasa, tapi tersiksa
Binguuuuung lagi deh diriku ....
Aq harus tinggal demi orang terkasih dan tercinta
Showing posts with label ibu. Show all posts
Showing posts with label ibu. Show all posts
August 12, 2009
May 04, 2009
The art of bargaining ...
Hari minggu kemaren, ibuku minta diantar ke pasar Besar tuk nyari baju buat kondangan di rumah sodara di Pasirian, suatu daerah dekatnya Lumajang. Karena terkenal panas, pilihan kali ini jatuh ke batik yang berpayet. Dan anakku juga g mau kalah minta dibeliin baju and celana juga.
Pas didepan counter baju batik (di pasar loh ya), si penjual membuka harga Rp 85.000,- tapi emang hidup g akan indah kalo belum menawar. Ibu ku langsung menawar Rp 40.000,- dan tentu saja ditolak dengan mentah2 dengan alasan payet nya mahal. Setelah melalui tahap tawar menawar yang alot, akhirnya baju itu diberikan dengan harga Rp 50.000, - weh, udah save berapa itu.
Terus, ibu pergi ke lantai 2 dan mencari celana jeans dan kaos warna pink buat anakku. Dan ketemu dengan salah satu toko yang menjual khusus untuk anak2. Harga celana jeansnya di buka dengan harga Rp 95.000, dan kaosnya Rp 35.000,- gila banget, mahalan jeansnya Avin daripada batiknya ibuku. Terus ibuku menawar satu stel Rp 50.000,- weh, weh jauh kan. Setelah tampak tidak begitu pengen, dan perdebatan yang panjang tentang harga satu stel, akhirnya ibu dapat dua2nya dengan harga Rp 70.000,-
Salut and Te O Pe Be Ge Te deh pokoknya the art of bargaining dari wanita yang telah melahirkanku.
Pas didepan counter baju batik (di pasar loh ya), si penjual membuka harga Rp 85.000,- tapi emang hidup g akan indah kalo belum menawar. Ibu ku langsung menawar Rp 40.000,- dan tentu saja ditolak dengan mentah2 dengan alasan payet nya mahal. Setelah melalui tahap tawar menawar yang alot, akhirnya baju itu diberikan dengan harga Rp 50.000, - weh, udah save berapa itu.
Terus, ibu pergi ke lantai 2 dan mencari celana jeans dan kaos warna pink buat anakku. Dan ketemu dengan salah satu toko yang menjual khusus untuk anak2. Harga celana jeansnya di buka dengan harga Rp 95.000, dan kaosnya Rp 35.000,- gila banget, mahalan jeansnya Avin daripada batiknya ibuku. Terus ibuku menawar satu stel Rp 50.000,- weh, weh jauh kan. Setelah tampak tidak begitu pengen, dan perdebatan yang panjang tentang harga satu stel, akhirnya ibu dapat dua2nya dengan harga Rp 70.000,-
Salut and Te O Pe Be Ge Te deh pokoknya the art of bargaining dari wanita yang telah melahirkanku.
March 23, 2009
Cemas ...
Rasa cemas itu akhirnya hilang setelah tamu bulanan yang harusnya datang satu minggu yang lalu, menghampiriku. Rasa cemas campur khawatir karena sisa trauma yang sampek sekarang masih menggema di ruang benak dan jiwaku. Trauma dan rasa khawatir yang mungkin kaum Adam (suamiku sih) agak susah untuk memahami.
Aku masih bisa merasakan sakit yang luar biasa dengan kehamilan pertamaku. Kehamilan yang diwarnai dengan pendarahan sehingga aq harus benar2 bed rest. Kehamilan yang berakhir dengan keguguran putra pertamaku yang masih berusia lima bulan kandungan.
Bahagia masih terasa ketika kehamilan keduaku, God gives me the greatest gift, a girl. Dia sekarang sudah berusia empat tahun dan duduk di TK A. Suara tawa dan canda serta polah nakal dan mbelingnya membuatku lupa kalo proses kelahirannya tanpa didampingi bapaknya. Sang Bapak yang bertugas di propinsi orang.
Belum lagi effect pasca melahirkan yang sampek sekarang aq masih berjuang dan bertarung melawan lapisan2 lemak yang mulai berlomba untuk unjuk kebolehan. Aq berkommit untuk menumpas teroris-teroris lemak dan kolesterol dengan rangkaian diet yang ketat. Sayang, aq phobi exercise. Usaha yang tampak indah tapi sia-sia.
Untuk itu aq bersyukur, tamu itu datang dan mau mengerti rasa trauma dan khawatir ini. Aq masih belum siap untuk hamil lagi karena:
Masih banyak laut yang belum terseberangi
Masih banyak gunung yang belum terdaki
Masih banyak mimpi yang belum teraih
Dan ....
Masih banyak hutang yang belum terlunasi
CHIAYYYOOOOO, RAMBATE RATA HAYO
Aku masih bisa merasakan sakit yang luar biasa dengan kehamilan pertamaku. Kehamilan yang diwarnai dengan pendarahan sehingga aq harus benar2 bed rest. Kehamilan yang berakhir dengan keguguran putra pertamaku yang masih berusia lima bulan kandungan.
Bahagia masih terasa ketika kehamilan keduaku, God gives me the greatest gift, a girl. Dia sekarang sudah berusia empat tahun dan duduk di TK A. Suara tawa dan canda serta polah nakal dan mbelingnya membuatku lupa kalo proses kelahirannya tanpa didampingi bapaknya. Sang Bapak yang bertugas di propinsi orang.
Belum lagi effect pasca melahirkan yang sampek sekarang aq masih berjuang dan bertarung melawan lapisan2 lemak yang mulai berlomba untuk unjuk kebolehan. Aq berkommit untuk menumpas teroris-teroris lemak dan kolesterol dengan rangkaian diet yang ketat. Sayang, aq phobi exercise. Usaha yang tampak indah tapi sia-sia.
Untuk itu aq bersyukur, tamu itu datang dan mau mengerti rasa trauma dan khawatir ini. Aq masih belum siap untuk hamil lagi karena:
Masih banyak laut yang belum terseberangi
Masih banyak gunung yang belum terdaki
Masih banyak mimpi yang belum teraih
Dan ....
Masih banyak hutang yang belum terlunasi
CHIAYYYOOOOO, RAMBATE RATA HAYO
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)